SIGI, SULAWESI TENGAH – Berita harapan Indonesia— Upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur pengairan sekaligus mendukung sanitasi lingkungan masyarakat terus dilakukan melalui pembangunan jaringan irigasi permukaan, rawa dan nonpadi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Salah satu kegiatan yang tengah dilaksanakan adalah pembangunan saluran pembuang DJ, Gumbasa yang berada di wilayah Tulo, Kabupaten Sigi. Pekerjaan tersebut merupakan bagian dari program Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu, di bawah Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.
Berdasarkan papan informasi pekerjaan, kegiatan tersebut memiliki Nomor Kontrak HK 0201/T/Bws/16.6.2/2026/177, dengan tanggal kontrak 16 April 2026 dan waktu pelaksanaan selama 210 hari kalender.
Pekerjaan ini dilaksanakan oleh CV.FATAHILLAH KONTRUKSI 88 Dan Di Awasi Oleh Konsultan Supervisi PT.DUTA Dengan sumber dana berasal dari APBN Tahun Anggaran 2026.
Pembangunan saluran pembuang tersebut diharapkan tidak hanya mendukung sistem pengelolaan air, tetapi juga memberikan manfaat langsung terhadap kondisi lingkungan masyarakat sekitar.
Keberadaan saluran pembuang yang berfungsi dengan baik dapat membantu mengurangi potensi genangan air kotor. Kondisi lingkungan yang lebih tertata juga diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan berkembangnya nyamuk yang berpotensi membawa penyakit.
Dengan demikian, pembangunan infrastruktur tersebut memiliki keterkaitan dengan kebutuhan masyarakat terhadap lingkungan yang lebih bersih, sehat dan tertata, khususnya di kawasan Tulo dan sekitarnya yang dimana pekerjaannya sudah Mencapai 80℅.
Anggaran Mengalami Penyesuaian
Sementara itu, terkait nilai pekerjaan, pada papan informasi tercantum nilai kontrak sebesar Rp11.295.353.000.
Namun, berdasarkan konfirmasi awak media kepada PPK Bayu, Sabtu (3/10/2026), nilai tersebut mengalami penyesuaian seiring adanya kebijakan efisiensi anggaran.
Bayu menjelaskan bahwa setelah dilakukan efisiensi, nilai kontrak pekerjaan tersebut berubah menjadi sekitar Rp9 miliar.
Penyesuaian nilai anggaran tersebut menjadi bagian dari proses pengelolaan anggaran pemerintah, sementara pelaksanaan pekerjaan tetap diarahkan untuk mencapai sasaran pembangunan yang telah ditetapkan.
Pembangunan saluran pembuang DJ Gumbasa ini diharapkan dapat menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung pengelolaan tata air sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan permukiman masyarakat.
Bagi masyarakat Tulo, pembangunan infrastruktur seperti ini diharapkan tidak hanya terlihat sebagai pembangunan fisik, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang berupa lingkungan yang lebih tertata serta sistem pembuangan air yang lebih baik.
Program tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya pembangunan infrastruktur sumber daya air yang tidak hanya berorientasi pada aspek teknis, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan dan manfaat yang dirasakan masyarakat secara langsung.(Redaksi Armin)


















