banner 728x250
Berita  

Cegah Ancaman Banjir di Kawasan Tondo, Pemkot Palu Bangun Saluran Primer Alur Alam Senilai Rp907 Juta

banner 120x600
banner 468x60

 

PALU, BERITA HARAPAN INDONESIA – Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) melaksanakan kegiatan peningkatan fungsi saluran primer atau Alur Alam di Kelurahan Tondo. Pembangunan ini ditujukan untuk mengantisipasi potensi banjir yang dapat mengancam kawasan permukiman penduduk, khususnya wilayah dataran rendah yang menerima aliran air dari daerah yang lebih tinggi.

banner 325x300

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan fungsi drainase sekaligus mengendalikan aliran air di tengah perkembangan pembangunan kawasan permukiman, termasuk hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana.

Berdasarkan data kontrak, pekerjaan ini memiliki Nomor Kontrak 01 Konstruksi/SDACK-Drainase/PU/VII/2026, tertanggal 14 Juli 2026, dengan nilai kontrak sebesar Rp907.063.000yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh CV Citra Paki Mandiri, dengan CV STB 64 sebagai konsultan pengawas. Waktu pelaksanaan ditetapkan selama 150 hari kalender.

Dalam keterangannya kepada awak media pada 14 Oktober 2026, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Palu menjelaskan bahwa pembangunan saluran primer Alur Alam merupakan langkah antisipatif untuk mengurangi risiko banjir di kawasan permukiman yang berada di dataran rendah.

Menurutnya, pembangunan hunian tetap di wilayah yang lebih tinggi merupakan bagian dari program pemerintah untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana. Namun, perkembangan pembangunan kawasan permukiman juga perlu diimbangi dengan perencanaan sistem drainase yang memadai agar aliran air hujan dapat dikendalikan dengan baik.

“Alhamdulillah, pembangunan huntap sangat membantu masyarakat yang terdampak bencana. Namun, ketika kawasan di bagian atas semakin berkembang dan tutupan lahannya berubah, aliran air yang turun ke wilayah bawah juga perlu menjadi perhatian,” demikian penjelasan Kepala Dinas PU Kota Palu.

Ia menjelaskan bahwa kondisi lingkungan dan perubahan tutupan lahan perlu diperhitungkan dalam perencanaan pengendalian banjir. Ketika permukaan tanah semakin banyak tertutup bangunan atau material kedap air, kemampuan tanah menyerap air hujan dapat berkurang sehingga limpasan air menuju kawasan yang lebih rendah berpotensi meningkat.

Menurutnya, pengalaman banjir yang terjadi secara berkala menjadi salah satu pertimbangan pemerintah daerah dalam merencanakan pembangunan saluran primer tersebut. Karena itu, penanganan aliran air tidak cukup hanya dilakukan setelah banjir terjadi, tetapi perlu diantisipasi melalui pembangunan infrastruktur yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan perkembangan kawasan.

Kolam Resapan Jadi Bagian dari Perencanaan

Lebih lanjut, Kepala Dinas PU Kota Palu menerangkan bahwa penanganan Alur Alam tidak direncanakan hanya dengan mengalirkan air secara langsung ke badan laut. Pemerintah daerah juga mempertimbangkan pembangunan kolam-kolam resapan sebagai bagian dari upaya mengendalikan limpasan air.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi perkembangan permukiman di kawasan bagian atas, termasuk pembangunan perumahan atau BTN yang berpotensi terus bertambah pada masa mendatang.

Ia juga menyoroti adanya beberapa sumber mata air dari kawasan Watutela yang, menurut keterangannya, berjumlah sekitar empat titik. Apabila aliran dari sumber-sumber tersebut meningkat dan terjadi secara bersamaan, volume air yang mengalir ke wilayah bawah dapat menjadi cukup besar.

Kondisi tersebut, lanjutnya, perlu diperhitungkan secara cermat agar sistem saluran yang dibangun mampu mendukung pengendalian aliran air dan mengurangi risiko genangan maupun banjir di kawasan penduduk.

Oleh sebab itu, pembangunan saluran primer Alur Alam di Kelurahan Tondo diharapkan tidak hanya menjawab persoalan drainase saat ini, tetapi juga menjadi bagian dari perencanaan infrastruktur jangka panjang yang menyesuaikan perkembangan kawasan permukiman.

Infrastruktur Drainase di Tengah Efisiensi Anggaran

Pembangunan saluran primer ini juga menjadi perhatian karena dilaksanakan di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang menuntut pemerintah daerah menentukan prioritas pembangunan berdasarkan kebutuhan masyarakat.

Kepala Dinas PU Kota Palu menegaskan bahwa pembangunan tersebut merupakan bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan huntap dan wilayah yang berpotensi terdampak aliran air dari daerah yang lebih tinggi.

Meski demikian, keberhasilan pekerjaan tidak hanya ditentukan oleh tersedianya anggaran dan selesainya pembangunan fisik. Kualitas konstruksi, kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis, efektivitas kolam resapan, serta kemampuan saluran menampung dan mengalirkan air sesuai perencanaan juga menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan.

Dengan nilai kontrak Rp907 juta lebih dan masa pelaksanaan 150 hari kalender, pekerjaan ini diharapkan dapat dilaksanakan secara tepat mutu, tepat waktu, serta sesuai dengan ketentuan kontrak yang berlaku.

Masyarakat pun diharapkan dapat merasakan manfaat pembangunan tersebut melalui sistem drainase yang lebih baik dan berkurangnya risiko banjir. Pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan tetap diperlukan agar infrastruktur yang dibangun benar-benar berfungsi sesuai tujuan dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Kelurahan Tondo dan sekitarnya.

Pada akhirnya, pembangunan saluran primer Alur Alam bukan sekadar pekerjaan fisik, melainkan bagian dari upaya mengantisipasi dampak perubahan lingkungan dan perkembangan permukiman. Perencanaan yang matang, pelaksanaan yang berkualitas, serta pemeliharaan secara berkala menjadi faktor penting agar manfaat pembangunan dapat dirasakan dalam jangka panjang.(Laporan Redaksi Berita harapan Indonesia)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *