banner 728x250
Berita  

Persoalan Sampah di Kabupaten Sigi Butuh Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat

banner 120x600
banner 468x60

Persoalan Sampah di Kabupaten Sigi Butuh Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat
SIGI —Berita harapan Indonesia – Persoalan pengelolaan sampah di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, membutuhkan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat. Kondisi geografis Kabupaten Sigi yang cukup luas menjadi salah satu tantangan dalam menjangkau seluruh wilayah pelayanan pengelolaan sampah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sigi menyampaikan bahwa keterbatasan daya jangkau menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan program kebersihan, terlebih dengan adanya efisiensi anggaran yang turut memengaruhi program kerja dinas.

banner 325x300

Menurutnya, jumlah tenaga yang saat ini terlibat langsung dalam kegiatan pengangkutan sampah juga mengalami penyesuaian. Tenaga tersebut terdiri atas petugas kernet dan sopir yang bertugas dalam kegiatan pengangkutan sampah.
Sementara pada tahun-tahun sebelumnya, DLH masih dapat memberdayakan lebih banyak tenaga untuk mendukung kegiatan pembersihan dan pengangkutan sampah melalui pola kemitraan atau kegiatan kebersihan yang dilaksanakan secara berkala.

 

Kondisi tersebut, menurut pihak DLH, membuat peran serta masyarakat dan pemerintah di tingkat desa menjadi semakin penting. Pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten, tetapi membutuhkan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempat yang telah ditentukan.

Sejumlah lokasi juga menjadi perhatian pemerintah, di antaranya kawasan Desa Sunju, sekitar Jembatan Kasubi, serta wilayah Desa Kalukubula. Di beberapa lokasi tersebut, masih ditemukan masyarakat yang membuang sampah meskipun sebelumnya telah mendapatkan imbauan dari pemerintah desa maupun dinas terkait.

Pemerintah desa dan instansi terkait terus mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan lokasi-lokasi tersebut sebagai tempat pembuangan sampah. Masyarakat diharapkan mengikuti tata kelola pembuangan sampah yang telah diatur sehingga kebersihan lingkungan dapat terjaga.

Program Pemerintah Kabupaten Sigi, “Pakagali Pakagaya Ngata”, diharapkan dapat menjadi salah satu motivasi bagi masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Semangat tersebut dinilai perlu diwujudkan melalui kebiasaan sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi sampah dari sumbernya, serta menjaga lingkungan sekitar.

Dorong Inovasi Kurangi Sampah Plastik
Selain persoalan pengangkutan, Kepala DLH Kabupaten Sigi juga mendorong adanya inovasi di tengah masyarakat untuk mengurangi penggunaan sampah plastik.
Menurutnya, masyarakat dapat kembali melihat berbagai kearifan lokal yang pernah diterapkan oleh generasi terdahulu. Salah satu contohnya adalah pemanfaatan daun pandan hutan sebagai wadah atau pembungkus ketika masyarakat berbelanja ke pasar.

Pemanfaatan bahan-bahan alami tersebut dapat menjadi inspirasi untuk mengurangi ketergantungan terhadap kantong plastik sekali pakai, sepanjang penggunaannya disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat saat ini.

Upaya mengurangi sampah plastik dinilai tidak harus selalu bergantung pada program pemerintah. Perubahan kebiasaan masyarakat dari tingkat rumah tangga hingga lingkungan desa juga menjadi bagian penting dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Pemerintah berharap masyarakat Kabupaten Sigi dapat semakin sadar bahwa kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah kabupaten, pemerintah desa, pelaku usaha, serta masyarakat perlu membangun kerja sama agar persoalan sampah dapat ditangani secara bertahap dan berkelanjutan.

Dengan kondisi wilayah Kabupaten Sigi yang luas dan keterbatasan sumber daya pengelolaan sampah, kolaborasi seluruh pihak menjadi salah satu kunci agar program kebersihan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi menjadi gerakan bersama masyarakat.(Redaksi Armin)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *