DONGGALA — Berita harapan Indonesia-Bagi masyarakat Desa Tonggolobibi, Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala, jembatan gantung bukan sekadar bangunan yang menghubungkan satu sisi dengan sisi lainnya. Infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dari aktivitas sehari-hari warga, terutama setelah akses sebelumnya terdampak banjir dan mengalami kerusakan.
Kini, harapan untuk mendapatkan kembali akses yang lebih aman mulai terlihat.
Jembatan Gantung Tonggolobibi kembali dibangun oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah melalui Satuan Kerja Wilayah 1.4 PJN Sulteng.
Pembangunan kembali jembatan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam memulihkan konektivitas masyarakat yang sempat terganggu akibat kerusakan infrastruktur.
Kepala Satuan Kerja Wilayah 1.4 PJN Sulteng, Lambang Puspito, S.T., melalui PPK 1.4, Agus Tatang, S.T., mengatakan pembangunan kembali dilakukan setelah kondisi jembatan sebelumnya mengalami kerusakan akibat terdampak banjir.
Menurut Agus, kondisi tersebut bukan hanya berdampak terhadap kelancaran aktivitas masyarakat, tetapi juga berkaitan dengan aspek keselamatan pengguna.
“Kerusakan tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jembatan apabila tidak segera mendapatkan penanganan,” ujar Agus.
Infrastruktur yang Ditunggu Masyarakat
Dari sisi pembangunan, jembatan baru tersebut dirancang dengan konstruksi yang lebih kokoh. Bentangnya mencapai sekitar 96 meter dengan lebar 6,5 meter.
Hingga saat ini, pekerjaan disebut telah mencapai sekitar 40 persen. Tahapan pekerjaan masih berfokus pada pembangunan pondasi yang kemudian dilanjutkan dengan pemasangan tiang sebagai persiapan menuju pekerjaan pengecoran.
“Sekarang baru sampai pada pembuatan pondasi dan kemudian dilanjutkan dengan pemasangan tiang untuk persiapan pengecoran jembatan,” jelas Agus.
Pekerjaan mulai dilaksanakan pada Juni 2026 dan ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Proyek tersebut menggunakan anggaran sekitar Rp6,5 miliar yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026. Pelaksanaan pekerjaan dipercayakan kepada CV Bangkit Perdana sebagai kontraktor pelaksana.
Publik Menunggu Hasil, Bukan Sekadar Progres
Di tengah pembangunan yang terus berjalan, perhatian masyarakat tentu tidak berhenti pada angka progres pekerjaan. Yang lebih penting adalah bagaimana jembatan tersebut nantinya benar-benar dapat memberikan manfaat dan rasa aman bagi masyarakat yang menggunakannya.
Karena itu, pembangunan infrastruktur publik dituntut tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga memenuhi standar kualitas dan ketahanan sebagaimana perencanaan yang telah ditetapkan.
Hal tersebut menjadi penting mengingat jembatan sebelumnya mengalami kerusakan setelah terdampak banjir. Infrastruktur penghubung di wilayah yang memiliki potensi gangguan akibat kondisi alam membutuhkan perhatian terhadap kualitas konstruksi dan pemeliharaan setelah pekerjaan selesai.
Kepala BPJN Sulawesi Tengah, Bambang Razak, S.T., bersama jajaran Satker turut melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan pekerjaan sekaligus memastikan tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana.
Menunggu Akhir 2026
Bagi warga Tonggolobibi, pembangunan jembatan ini memiliki arti lebih luas daripada sekadar pembangunan fisik senilai miliaran rupiah.
Jembatan tersebut diharapkan kembali menjadi penghubung aktivitas masyarakat, memperlancar mobilitas, sekaligus memulihkan konektivitas wilayah yang sebelumnya terganggu.
Jika pembangunan berjalan sesuai target, masyarakat diharapkan dapat kembali memanfaatkan jembatan tersebut pada akhir 2026.
Kini, pekerjaan masih berlangsung. Publik pun menunggu satu hal utama: jembatan itu benar-benar selesai tepat waktu, kokoh, aman, dan dapat digunakan masyarakat sebagaimana tujuan pembangunan sejak awal.
Sebab pada akhirnya, keberhasilan sebuah proyek infrastruktur bukan hanya diukur dari berapa persen pekerjaan yang telah selesai, tetapi dari seberapa besar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.(Tim)


















